Adik-adik kelas 4 gimana kabarnya? Masih semangat kan belajarnya. Pada artikel ini kita akan belajar tentang rangka tubuh manusia. Rangka atau tulang termasuk salah satu alat tubuh pada manusia dan hewan. Apa yang terjadi jika tangan dan kaki kita tidak memiliki rangka di dalamnya? Tentu kita tidak dapat berdiri tegak. Yukk simak penjelasannya berikut ini...
A.
Fungsi Rangka Manusia
Apakah
kamu tahu fungsi rangka bagi manusia dan hewan? Fungsi rangka bagi makhluk hidup, antara
lain:
1.
menguatkan dan menegakkan tubuh,
2.
menentukan bentuk tubuh,
3.
tempat melekatnya otot, serta
4.
melindungi
bagian-bagian tubuh yang penting dan halus.
Tulang yang
menyusun rangka tubuh kita terdiri atas berbagai jenis. Contohnya adalah tulang-tulang tubuh berikut.
1.
Rangka kepala
atau tengkorak berfungsi sebagai tempat perlindungan otak, mata, telinga,
hidung, dan saluran pernapasan bagian atas.
2.
Ruas tulang leher berfungsi sebagai tempat perlindungan tenggorokan dan kerongkongan.
3.
Rangka tulang dada bersama dengan tulang rusuk
berfungsi melindungi alat pernapasan (paru-paru), alat peredaran
darah (jantung), dan alat pencernaan.
4.
Tulang pinggul berfungsi melindungi alat pencernaan dan alat kelamin.
5. Tulang belakang berfungsi melindungi sumsum tulang belakang dan memberi kekuatan tubuh.
Secara garis besar, rangka dalam terdiri atas rangka kepala, rangka badan, dan rangka anggota gerak.
1. Rangka kepala (tengkorak) meliputi tulang-tulang tengkorak wajah dan tulang pelindung otak.
- Tulang-tulang tengkorak wajah terdiri atas: 2 tulang hidung, 2 tulang pipi, 2 tulang rahang atas, dan tulang rahang bawah, 2 tulang air mata, tulang langit-langit, tulang pisau luku, dan 1 tulang lidah.
- Tulang pelindung otak meliputi 1 tulang dahi, 1 tulang belakang kepala, 2 tulang pelipis, 2 tulang ubun-ubun, 2 tulang baji, dan 2 tu- lang tapis.
Agar lebih jelas tentang tulang
kepala, perhatikan gambar berikut.
Rangka
kepala berfungsi melindungi bagian tubuh kita yang sangat lunak yang disebut otak. Jika kita mengalami kerusakan otak, maka kemungkinan besar kita tidak dapat beraktivitas.
Keretakan pada kepala dapat
menyebabkan kerusakan otak.
Jatuh
dari tempat yang tinggi atau jatuh dari motor hingga kepala terbentur benda keras juga dapat menyebabkan tulang kepala retak. Oleh karena itu, apabila mengendarai sepeda motor kita diharuskan memakai helm. Usahakan pula agar kepala kita tidak membentur benda keras.
1. Rangka badan meliputi tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul.
- Tulang belakang terdiri atas 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor.
- Tulang rusuk terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang,
- Tulang dada terdiri atas tiga bagian, yaitu tangkai atau hulu, badan, dan taju pedang. Tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang rusuk bagian depan.
- Tulang gelang bahu tersusun atas sepasang tulang belikat dan sepasang tulang selangka.
- Tulang gelang panggul dibentuk oleh 2 tulang usus, 2 tulang duduk, dan 2 tulang kemaluan.
2.
Rangka anggota gerak terdiri atas tulang-tulang anggota
gerak atas (tangan) dan tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai).
a.
Tulang-tulang anggota gerak atas (tangan), yaitu: tulang lengan atas, tulang hasta, tulang
pengumpil, tulang pergelangan tangan, dan tulang telapak tangan, tulang ruas-ruas jari.
b.
Tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai), yaitu: tulang paha, tulang kering, tulang betis,
tulang tempurung lutut, tulang telapak kaki, dan tulang ruas-ruas jari.
Rangka anggota gerak berbentuk pipa, beruas-ruas, dan berfungsi untuk mendukung terjadinya pergerakan. Pernahkah kaki atau tanganmu terkilir? Apa yang kamu rasakan? Jika digerakkan,
tulang yang terkilir tersebut terasa sakit, bukan? Jadi, jika rangka anggota gerak kita mengalami
gangguan, maka gerakan yang kita lakukan akan terhambat.
Perhatikan dan pelajari gambar rangka
anggota gerak berikut!
Rangka manusia terdapat di dalam tubuh dan terbungkus daging (otot) sehingga disebut rangka dalam (endoskeleton). Contoh hewan yang memiliki rangka dalam seperti manusia, antara lain jerapah, burung, kuda, dan harimau. Selain rangka dalam, ada juga hewan yang memiliki rangka yang tidak terbungkus daging. Rangka yang demikian disebut rangka luar (eksoskeleton). Contoh hewan yang memiliki rangka luar, antara lain, kepiting, ca- pung, belalang, dan udang.
Tulang manusia
berhubungan satu sama lain. Hubungan antara tulang-tulang
manusia disebut sendi. Ada sendi yang dapat digerakkan dan ada juga sendi yang tidak dapat
digerakkan. Contoh beberapa
sendi yang terdapat pada manusia ialah sebagai berikut.
a.
Sendi engsel, adalah sendi yang dapat digerakkan ke satu arah seperti engsel jendela dan pintu.
Contohnya, sendi pada siku, sendi pada lutut,
sendi pada ruas jari tangan, dan sendi pada ruas jari kaki.
b.
Sendi peluru, adalah sendi yang memungkin- kan
gerakan ke semua
arah. Hal tersebut dapat terjadi
karena tulang yang satu dapat berputar pada tulang lainnya.
Contohnya, sendi pada ruas tulang leher yang paling atas dan sendi pada
pangkal paha.
c.
Sendi pelana, adalah sendi yang bergerak ke
dua arah. Contohnya, sendi antara tulang
telapak tangan
dan pangkal ibu jari.
d.
Sendi kaku, adalah persendian yang geraknya sedikit
atau terbatas. Contohnya, persendian yang
terdapat di antara
ruas-ruas tulang belakang.
e.
Sendi geser, adalah persendian tempat ujung tulang
yang satu menggeser ujung tulang yang lain.
Sendi geser dijumpai
pada tulang hasta
dan tulang pengumpil.
f) Sendi putar, adalah persendian tempat tulang yang satu berputar mengelilingi tulang lainnya yang bertindak sebagai poros. Sendi putar terdapat pada hubungan antara tulang atlas (tulang leher yang pertama) dan tulang tengkorak. Tulang atlas masuk ke dalam lubang yang terdapat pada tulang tengkorak.
Keterangan:
1.
Tulang selangka
2.
Tulang belikat
3.
Tulang dada
4.
Tulang rusuk
5.
Tulang
ruas-ruas ping- gang
6.
Tulang panggul
7.
Tulang ekor
Berdasarkan
bentuknya, tulang
dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a.
tulang pipa, terdiri atas tulang paha, tulang betis, dan tulang kering;
b.
tulang pipih, terdiri atas tulang rusuk, tulang
belikat, dan tulang tengkorak;
c. tulang pendek, terdiri atas tulang pangkal tangan, tulang pangkal kaki, dan ruas-ruas tulang belakang.
B. Pengaruh Sikap Tubuh terhadap Pertumbuhan Rangka
Masa
anak-anak merupakan masa pertumbuhan. Kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik akan memengaruhi pertumbuhan tubuh. Beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi perkembangan fungsi alat tubuh, antara lain adalah posisi membaca, menulis, dan duduk.
Sikap tubuh
yang salah ketika
duduk, berdiri, atau ketika membawa
beban yang terlalu berat dapat menyebabkan gangguan pada tulang belakang. Contoh
gangguan pada tulang belakang, sebagai berikut.
1. Skoliosis, yaitu tulang belakang membengkok ke kiri atau ke kanan. Penyebabnya adalah sering membawa beban yang terlalu berat pada salah satu sisi anggota gerak atau pada bahu.
2. Kifosis, yaitu tulang belakang membengkok ke belakang. Penyebabnya adalah kebiasaan duduk membungkuk atau sering membawa beban yang terlalu berat di punggung.
3.
Lordosis, yaitu tulang belakang membengkok ke depan. Penyebabnya mungkin karena terjatuh di saat masih kecil atau duduk terlalu condong ke depan.
C.
Penyakit yang
Dapat Merusak
Rangka
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran atau volume tubuh.
Tulang yang berada di dalam tubuh juga mengalami
pertumbuhan. Proses pertumbuhan tulang pada
anak-anak sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam seperti makanan,
vitamin, mineral, obat-obatan, dan
kuman penyakit. Namun, selain
faktor dalam, ada beberapa faktor luar
yang turut berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang. Faktor-faktor tersebut adalah
sinar matahari, beban dari benda-benda yang sering diangkat, sikap tubuh, dan benturan.
Tak jarang
berbagai hambatan
dialami selama proses pertumbuhan berlangsung. Misalnya, gangguan karena virus. Virus yang menyerang dapat menyebabkan penyakit polio. Penderita penyakit ini akan mengalami kelumpuhan sehingga lama kelamaan tulangnya akan mengecil. Penyakit polio dapat dicegah dengan pemberian vaksin polio. Pemberian vaksin biasanya dilakukan melalui mulut pada saat anak berusia
di bawah lima tahun.
Contoh penyakit
lainnya adalah rakitis. Rakitis adalah suatu penyakit
yang mengakibatkan terhambatnya
pertumbuhan tulang. Penyakit ini timbul
karena penderita kekurangan vitamin D
dan
sinar matahari pagi. Orang
yang menderita penyakit rakitis memiliki
tulang kaki yang lemah dan biasanya berbentuk X atau O karena tidak dapat menahan berat tubuh.
Kasus penyakit berikutnya adalah telapak kaki yang kecil. Penyakit ini pernah terjadi di Cina. Saat itu, sebagian besar perempuan memiliki telapak kaki yang sangat kecil. Hal tersebut disebabkan begitu bayi perempuan lahir, telapak kakinya langsung diikat dengan kain atau kulit. Telapak kaki yang kecil dianggap indah oleh orang-orang Cina. Akibatnya, pertumbuhannya menjadi terhambat.
Jadi, untuk membentuk rangka
yang baik, kita perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.
makan makanan yang bergizi;
2. memperlakukan tubuh dengan sikap yang benar;
3. memperoleh cukup cahaya
matahari, terutama di pagi hari;
4. tidak terlalu sering
mengangkat beban berat
yang melebihi kemampuan tubuh kita;
5.
menghindarkan diri dari kecelakaan;
6.
periksa ke dokter.









0 komentar:
Posting Komentar